Skip to main content

Inacraft, Dari Batu Akik Hingga Barang Antik


Pameran International Handicraft Trade Fair (Inaraft) 2015 memang dimanfaatkan oleh berbagai UMKM untuk menjajakan produk-produk mereka. Inacraft yang telah 17 kali diselenggarakan memang selalu menjadi daya tarik tersendiri bagi produsen maupun konsumen. Berbagai kerajinan pun dihadirkan di pameran ini.
Salah satu produk yang tak mau kalah bersaing dengan kerajinan tangan lainnya adalah batu akik. Cukup mudah untuk menemukan stand batu akik, yang hampir disetiap sudut selalu terlihat. Meskipun sama, namun setiap stand berasal dari berbagai provinsi di Indonesia.
Seperti halnya salah satu stand asal Kalimantan. Di stand ini dijual berbagai jenis batu akik untuk cincin dari Kalimantan dengan harga yang cukup menarik, yaitu mulai dari 1 juta rupiah hingga 12 juta rupiah.
Selain batu akik, stand ini juga menjual batu marmer kecubung yang memiliki diameter 100 cm x 40 cm dengan warna ungu didalamnya dengan harga yang cukup fantastis yaitu 450 juta rupiah. Harga ini sama dengan harga dua mobil Avanza.
Tidak hanya Kalimantan, stand asal Kota Sukabumi, Jawa Barat juga menghadirkan batu asal Sukabumi berjenis Lavender dengan diameter sekitar 1 meter, dengan harga 50 juta rupiah. Stand ini memang terlihat cukup ramai oleh para pecinta batu akik.Batu Akik dalam dua tahun belakangan memang sedang booming di Indonesia.
Selain batu akik di Pameran Inacraft 2015 juga terdapat stand yang menjajakan salah satu brand Radio jadul di Indonesia yaitu Cawang Art Radio. Meskipun produk-produk mereka terlihat seperti Radio Jadul alias Zaman dulu, tetapi produk ini terlihat unik.
Keunikan Radio Cawang terlihat dari motif-motif yang dihiaskan dibagian body radio. Hiasan tersebut sangat kental dengan budaya nusantara, seperti halnya batik. Cawang sendiri mengatakan bahwa mereka telah menjadikan sebuah ikon yang mempresentasikan warisan budaya Indonesia di bidang industri kreatif.
Radio yang memiliki bentuk kotak-kotak ini dijual dengan harga yang sebanding dengan motif serta bentuk radionya, yaitu mulai kisaran 1,5 juta hingga sekitar 4 juta rupiah. Harga tersebut merupakan harga di Inacraft, berbeda dengan harga di Store resminya.
Memang pameran inacraft tidak hanya menjual produk-produk hasil kerajinan terbaru. Salah satu stand asal Semarang, JAwa Tengah Joglo Agung Gallery menjual berbagai alat rumah tangga antik. Seperti jam dinding, telepon, hingga mesin jahit. Meskipun barang-barang tersebut bukanlah barang baru melainkan barang-barang lama, namun harga barang tersebut sangat fantastis.
Seperti sebuah telepon analog yang masih diputar tanpa adanya nomor di jual dikisaran harga 3,7 juta rupiah. Telepon ini juga hanya dapat digunakan untuk menerima panggilan. Terdapat pula radio antik yang dijual sekitar 5 juta rupiah. Jika memang Anda sebagai kolektor barang-barang antik, Anda wajib datang ke Inacraft 2015, di Jakarta Convention Center (JCC), mulai tanggal 8 hingga 12 April 2015. 

tulisan ini pernah tayang di :

Comments

Popular posts from this blog

30 Gambar Kaligrafi Dengan Khat yang Memiliki Keindahan Luar Biasa

Gambar kaligrafi merupakan seni tulis yang berkembang di Jazirah Arab. Kaligrafi selalu menjadi suatu seni tulis yang indah dan selalu terdapat di setiap sudut masjid. Pada umumnya kaligrafi merupakan tulisan Arab yang ditulis dengan beberapa guratan dengan memperhatikan unsur artistik dari setiap tulisan. Tulisan tersebut selalu menjadi hiasan seni rupa yang disukai oleh banyak orang. Kaligrafi merupakan suatu seni tulisan yang biasanya merupakan kalimat bahasa arab yang indah. Setiap seni kaligrafi yang ditampilkan selalu memiliki unsur-unsur keindahan pada setiap pola dan bentuknya.  Gambar kaligrafi  selalu membuat seseorang terpesona dengan keindahan dari gambar kaligrafi. Seni kaligrafi sendiri lebih terkenal pada dunia islam. Sebab, kaligrafi biasanya diambil dari penggalan-penggalan dalam kitab suci Al Quran. Biasanya seni kaligrafi yang masuk ke dalam seni rupa islam selalu menjadi hiasan di dinding-dinding rumah ataupun masjid. Namun kini, dengan ber...

Ketika Orang Malaysia Bertemu Orang Indonesia

Memiliki keluarga yang berasal dari daerah yang berbeda, yang tinggal di provinsi berbeda atau ia tinggal di negara yang berbeda memang cukup menyenangkan. Apa lagi bagi para traveler, hal ini baginya dapat meminimalisir budget penginapan. hehehehe.  Namun kali ini saya tidak ingin membahas mengenai jalan-jalan. Tetapi saya ingin membahas mengenai karakter dan budaya yang berbeda, dari setiap orang yang kita kenal, dan ia tinggal di tempat yang berbeda dengan kita.  Mungkin akan menyenangkan, karena kita dapat saling berbagi pikiran mengenai karakter dari orang-orang yang ada di lingkungan sekitar kita. Selain itu, kita pun mampu menceritakan mengenai lingkungan tempat tinggal kita, kepada kerabat kita itu. Seperti yang terjadi semalam, antara gua, sahabat gua, dan keluarga gua dari Malaysia.  Dua hari yang lalu, gua kedatangan keluarga dari Malaysia. Keluarga gua itu, memang sudah cukup lama tinggal di Malaysia dan telah berganti kewarganegaraan menjadi warg...

Nandak Ganjen: Banyak Yang Gedek Banyak Yang Suka

Bang Atien Kisam “Buah Cempedak, Buah Durian. Sambil Nandak Cari Perhatian.” Penggalan pantun tersebut menjadi awal pembuka culture discussion yang diselenggarakan oleh Divisi EO Sobat Budaya Jakarta (SBJ). Culture Discussion kali ini mengangkat tema “Mempertahankan Budaya Betawi, Tarian Nandak Ganjen” dengan pembicara yang merupakan pencipta tarian Nandak Ganjen itu sendiri, Atien Kisam. Pasti kita langsung bertanya-tanya apa itu tarian Nandak Ganjen. Dari kata-katanya aja, sepertinya tarian ini agak gimana gitu. Sebenarnya, tarian ini diciptakan untuk menggambarkan gadis-gadis ABG Betawi yang beranjak dewasa.  Yah, karena anak-anak SMA kan kalau kata orang Betawi mereka itu genit, centil maka orang Betawi nyebutnya “Ganjen.” Jadi deh tarian tersebut dinamain Nandak Ganjen. Foto : viva.co.id Ternyata menurut si empunya tuh tarian, Nandak Ganjen sangat disukai oleh anak-anak mulai dari  TK  hingga mahasiswa.  “Meskipun tarian Nandak banyak yang g...